FGD ‘Kerjasama Pembangunan Internasional Industri Produk Halal Indonesia’

up

Kamis, 25 Maret 2021, Diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tentang ‘Kerja Sama Pembangunan Internasional (KPI) Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas’ oleh Direktorat Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional, Kementerian PPN/Bappenas RI, bertempat pada Gedung Rektorat IAIN, Samarinda, acara ini berlangsung secara tatap muka dengan jumlah peserta terbatas dan juga sebagian peserta melalui daring.

Dalam FGD yang berlangsung selama tiga jam, membahas beberapa isu yang strategis tentang Pembangunan Industri Produk Halal. Diskusi ini secara resmi dibuka terlebih dahulu oleh Dr. Bambang Iswanto, MH sebagai Dekan Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri Samarinda.

Dr. Ir. Wisnu Utomo, M.Sc sebagai Direktur Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional, Kementerian PPN/Bappenas RI, memantik acara diskusi melalui pemaparan tentang ‘Potensi Pengembangan Kerja Sama Pembangunan Internasional untuk Industri Produk Halal’ sebagai bagian dari arah kebijakan RPJM 2020-2024 yaitu salah satu pengembangan Industri Halal yang memiliki urgensi dengan jumlah muslim Indonesia sebesar 26% dari populasi dunia.

Maisarah Rahmi Hasan, Lc, M.A, Ph.D sebagai Direktur Pusat Kajian Halal (PUKAHA), IAIN, Samarinda, sebagai narasumber pertama memberikan paparan mengenai ‘Peran Universitas Dalam Meningkatkan Kerja Sama Pembangunan Internasional untuk Industri Halal’, beliau juga menegaskan bahwa Pusat Kajian Halal siap dalam menjalankan fungsinya sebagai knowledge sharing maupun best practices.

Dr. H. Sumarsongko sebagai Direktur LPPOM MUI, Provinsi Kalimantan Timur, mengangkat tema ‘Potret Pelaksanaan Kerja Sama Pembangunan Internasional Bidang Industri Produk Halal’, sebagai narasumber kedua, menjelaskan bahwa sampai sekarang LPPOM belum memiliki kerjasama Internasional, tetapi cukup banyak produk yang diekspor dengan memiliki sertifikasi halal, walaupun berbagai hambatan dan tantangan LPPOM untuk edukasi (gerakan sadar halal) dan pendekatan terhadap kelompok industri dan masyarakat tidak mudah.

Rahmah Daniah, S.IP., M. Si sebagai Koordinator Program Studi Hubungan Internasional, FISIP UNMUL, melalui tema ‘Strategi Inward and Outward Looking Industri Halal Indonesia’, sebagai narasumber ketiga, menjelaskan untuk meningkatkan kerjasama internasional, maka diperlukan strategi yang sinergis antara pemerintah, kelompok industri dan masyarakat melalui strategi inward and outward looking, sehingga mampu menghasilkan branding produk industri halal Indonesia yang siap dan tepat untuk mampu bersaing secara global.

Diskusi ini semakin menarik dikarenakan turut terlibat Lilik Andaryuni (Wakil Dekan II Fak. Syari’ah), Dayang Dona Faroek (Ketua Kadin Kaltim dalam ruang daring), Sayid Irwan (Kadin Kaltim), Raafqi Ranasasmita (LPPOM MUI Pusat) dalam ruang daring,  Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi & UKM Prov. Kaltim, serta Perwakilan UMKM Kaltim.

kerjasama 2

Editor: Rd

Mitra Kami

logo unmul2 logo ind2q logo venas3 logo aihii3